Pages

Showing posts with label Husbandholic. Show all posts
Showing posts with label Husbandholic. Show all posts

Tuesday, July 6, 2010

Dear Love..


Dear love,

I will be;
Your voice when no one can hear you
Your ears when no one wants to listen
Your umbrella when rains down on you
Your shield when you need defense
Your pillow when you need to rest
Your comfort when you feel hurt
Your hand to hold when you are frightened
Your lover - forever.

I love you, I always did, I always do, and I always will.

Monday, May 24, 2010

Pria itu..


Pria itu membetulkan letak kacamatanya
Dahinya berkerut-kerut lantas mencoret-coret sesuatu di kertas.
Saya menatapnya dan membantin, pasti yang dikerjakannya sangat susah dan rumit..


Pria itu baru pulang dari kantornya..
Segera dia berganti baju dan mengambil sapu.
Membersihkan rumah mungilnya, mencuci piring jika ada piring kotor tersisa..
Saya menatapnya kagum, dia bukan seperti pria kebanyakan yang tidak mau menyentuh pekerjaan wanita.
Pastilah dia pria yang istimewa


Pria itu bergegas beranjak..
Membawa barang-barang belanjaan..
Berat dan banyak..
Tapi dia tersenyum manis sekali..
Senyumnya untuk seorang wanita..
Wanita yang sebenarnya biasa saja..
Wanita yang dipilihnya menjadi kekasih jiwa selamanya..
Wanita yang baginya sangat istimewa..
Wanita yang saat mengetik blog ini tersenyum dan bersyukur memiliki kekasih jiwa seperti dia..

Monday, March 8, 2010

I'd Rather


Kemarin sore kami berantem, persoalan (yang seperti biasanya) sangat-sangat tidak penting, tapi tiba-tiba menjadi maha penting dan membuat saya menjadi orang paling selfish dan dia menjadi orang paling ignorance.
Lantas kami berbaikan, sambil (sempat-sempatnya) saling menertawakan apa yang kami ributkan.

Di usia pernikahan kami yang menjelang 3 tahun, wajar rasanya jika kami pernah (sering) ada masalah.
Tapi hebatnya, kami tidak pernah meninggalkan satu dan lainnya.
Dia tetap disamping saya, meskipun hanya terdiam.
Saya pun tetap disamping dia, meskipun sambil ngomel-ngomel.

Saya jadi ingat lyrics lagu berikut:
I'd rather have bad times with you, than good times with someone else


I'd rather be beside you in a storm, than safe and warm by myself

I'd rather have hard times together, than to have it easy apart

I'd rather have the one who holds my heart..

Iya, saya lebih memilih bersamanya, dalam suka, sedih, tangis, dan tawa. Saya akan selalu memilih dia




Gambar diambil dari google images

Friday, March 5, 2010

Romantique

Setelah menikah ada beberapa konsep baru yang saya pahami dalam hubungan berpasangan.

Salah satunya tentang perasaan romantis.

Dulu saat saya masih SMU, romantis adalah saat si pria (mantan pacar) memberi bunga setiap kami bertemu.

Di masa kuliah, romantis adalah saat si pria (mantan pacar saya yang lainnya) menghadiahi saya cd lagu dan meng-underlined lyricsnya - yang katanya khusus untuk saya.

Setelah menikah, tidak setiap week end saya dikasi bunga, dan tak ada yang menuliskan lyrics lagu untuk saya..
Tapi,
Romantis bagi saya adalah saat dia membikinkan saya sarapan setiap weekdays! - ya, setiap senin sampai jumat, pria ini membuatkan saya sarapan dan lantas menaruhnya dalam sandwich bag untuk kemudian saya bawa ke kantor.

Romantis adalah saat dia mengambilkan air minum subuh-subuh saat suara saya serak dan bilang "pa, hauss".

Romantis adalah saat saya salim tangannya dan dia kecup kening saya sambil bilang hati-hati dijalan.

Romantis adalah saat dia mengajak saya menepi dan duduk di pinggiran Clarke Quay lantas memijit kaki saya setelah kami seharian berkeliling Singapore.

Romantis adalah saat dia mengusapkan minyak kayu putih sebelum saya tidur.

Romantis adalah saat saya bilang ingin ice potong dan tanpa pikir panjang dia akan bilang "iya, papi beliin ya.."

Romantis adalah saat dia ikut sayang dengan kucing-kucing yang saya 'pungut' di jalan.

Romantis adalah saat dia pulang kantor, berganti celana pendek, dan mencuci piring kotor.

Romantis adalah saat saya mengetahui dia meng-googling tentang "how to be romantic"

Romantis adalah dia, iya, dia - suami saya :)

ps: Dear baby, if you read this, I want to thank you for everything you have done, for everything you have given, for your faith in me, your understanding, for everything you continue to do and the most of all - for your love. It's romantic baby, and it's always be.
*Gambar diambil dari google images*

Saturday, February 27, 2010

Mirror, Mirror on the Wall


Di kutip dari percakapan sore ini:


Saya: Liat deh muka saya bentol-bentol gara-gara allergic, hiks..
Dia: Engga sayang, mukanya sayang cantik, itu cerminnya yang salah..
Saya: ^_^

*Gambar diambil dari google images*

Tuesday, February 23, 2010

Hey Kamu,..


Hey kamu, pria berkaca mata yg selalu temani hariku.
Masih ingatkah kamu bagaimana masa-masa perkenalan kita dulu? Jarak Singapore – Surabaya seperti tak terasa ya?!
Terimakasih untuk semua waktu, perhatian, dan ratusan (atau ribuan??) dollar yang kau habiskan untuk menelepon ku berkali-kali dalam sehari setiap hari.
I Love U.

Hey kamu, pria chubby yang telah kudaulat menjadi raja dalam hatiku.

Tau kah kamu, denganmu semua hal menjadi mungkin untuk kulakukan.
Memasak, membersihkan rumah, dan menyetrika baju, semuanya menjadi mungkin dan dengan senang hati kulakukan.
Terimakasih untuk selalu lahap menghabiskan masakanku, untuk selalu membantu men-vacuums rumah kita, dan membiarkanku tertidur lelap sedangkan kau menjemur baju.
I Love U.

Hey kamu, manusia pertama yang ku beri kabar saat aku dapat promosi dikantor.

Tau kah kamu, pekerjaan kantorku yang sebenarnya tidak mengasyikan, jadi menyenangkan karena dukunganmu.
Terimakasih untuk mendengarkan ceritaku sepulang kantor, terimakasih untuk senyuman banggamu dan kecupan di pipi saat aku selesai bercerita..
Terimakasih untuk berkata, “ I am so proud of you”, terimakasih untuk selalu bilang jika aku hebat.
Ah sebenarnya kau yang hebat and you're there pushing me to the top.
I Love U.

Hey kamu, orang kesayanganku yang sangat kusayang,
Tau kah kamu saat ini, aku rindu kamu.
Tak sabar rasanya menunggu jam pulang kantor, untuk bertemu, memeluk, berbagi cerita, menghangatkan masakan untukmu.
Tak sabar untuk segera bersamamu! Ya bersamamu sayangku.
Terimakasih ya, untuk selalu memanggilku “cantik”, bahkan disaat rambutku bau ayam panggang dan tanganku bau bawang.
Terimakasih untuk tak lupa memijitku dengan minyak kayu putih, meskipun setelah itu kau akan berkata, “huuh bau minyak kayu putih”, tapi tetap saja kau erat memelukku.
I Love U.

Hey kamu, suamiku, calon ayah dari anak-anakku,
Tau kah kamu, berapa banyak orang yang mengira aku (mau) menikah denganmu karena ke-success-an mu?
Mereka salah besar sayang, ingatkah kamu lyrics lagu ini:
"Tomorrow morning if you wake up, And the future is unclear, I will be here" ..
Ya sayangku, bagaimanapun itu, aku akan ada, disampingmu, temanimu.
Asal bersama mu aku percaya, the best is yet to come.
I Love U.

Hey kamu, ya kamu, belahan jiwaku.
50 tahun sejak hari ini dan tulisan ini.
Aku yakin kita masih bersama.
Kebersamaan yang mungkin berbeda, kebersamaan dengan rambut kita yang sudah memutih.
Saat itu aku tak yakin apakah aku masih bisa memasak oseng-oseng jamur kesukaanmu.
Saat itu aku juga tak yakin kau masih sanggup membawa semua barang belanjaanku.
Tapi saat itu, aku yakin, perasaan kita akan tetap sama.
Saling mencinta.
I wanna grow old with you.
I Love U.

I Love U my darling husband, I always did, always do, and always will.

Wednesday, May 27, 2009

All I Can Say..


Baru saja saya mendengarkan lagunya The Pogue yang "I Love You till the end"
Lagu ini pertama kali saya dengarkan saat kami menonton film p.s I Love You.

Film yang menyentuh banget; bercerita tentang bagaimana seorang istri yang harus survive saat ditinggalkan suaminya yang meninggal dunia - ya ya ya meninggal dunia saudara-saudara!
Memang sih cuma film, tapi membayangkan hal itu terjadi pada saya, duh amit-amit (sambil ketuk-ketuk meja..)

Film ini mengajarkan beberapa hal ke saya, termasuk untuk selalu menikmati setiap saat yang saya lalui berdua dengan dia.
Tidak semua bisa dikatakan indah memang, tapi asal bersamanya, itu saja sudah cukup untuk saya..
Saya mensyukuri semuanya, pernikahan kami, perjalanan kami..

Perjalanan yang meskipun kadang terjal tapi masih bisa kami lewati sambil saling menggenggam tangan agar salah satu tidak terjatuh..
Perjalanan yang kadang juga menjumpai badai dan membuat kami sama-sama sakit tapi tetap berusaha sekuat tenaga untuk saling merapatkan diri dan semakin tidak mau berpisah..

Perjalanan yang memang belum terlalu panjang, tapi terisi dengan begitu banyak cerita..

Ada cerita saat saya merasa dia sangat menyebalkan..
Ada cerita saat dia merasa saya begitu keras kepala..
Ada cerita saat kami saling berkata maaf..
Saya mensyukuri semua cerita kami, kisah kami..

Ada yang pernah bertanya kepada saya, mengapa saya menikah di usia yang terbilang muda (23 tahun)..
Satu-satunya alasan adalah karena saya mencintainya..

Saya ingin segera menikmati hari-hari saya bersamanya, tumbuh di sampingnya, menghabiskan hari tua saya dengannya..
Apa yg membuat saya mencintainya (sangat)?

Waktu - Jujur saya akui, memang waktu yang membuat begitu.
Waktu yang membuat saya mengerti ada cinta yang begitu sejati..
Waktu yang membuat saya bersyukur bisa merasakan cinta yang tak pernah henti..

Saya pencet tombol reply, mendengarkan sekali lagi lagu "I Love You till the end..
Sambil curi-curi pandang ke arah suami saya yang sedang mengerjakan thesisnya..

Ahh, ingin rasanya saya menghambur kepelukannya,
Sambil berbisik "All I Can Say; I Love You till the end..."

Sunday, January 18, 2009

I Love Monday :)



Diawali dengan sms2 di bawah ini
(dengan process peng-editan seminimal mungkin)

Saya: Papi (saya memanggil si hubby dengan sebutan papi - meskipun lebih cocok di panggil chubby hehehe), mami udah nyampe kantor dong, udah bikin teh anget juga dong, mau sarapan dulu ahhh. Love you!! (kebiasaan buruk bangun siang yg membuat saya harus "menikmati" sarapan dimeja kantor) - SENT

Dia: Met sarapan mami sayang, jangan lupa minum vitnya. Papi lagi siap2 ke kantor. Ntar sampai kantor papi tevon. Love you more istriku sayang- RECEIVED.

Itulah ritual pagi hari saya (dan dia).
Merasakan kecupan mesra dikening dan bisikan "ati2 dijalan ya mi".
Memeluknya dengan erat didekat lift sambil berkata "ngantor dulu ya pi..
Ahhh bena2 membuat saya menikmati bangun pagi..

Ritual yg sederhana tapi penuh makna, setidaknya untuk saya.
Bersamanya memulai hari, membuat saya mempunyai vitalitas dan semangat untuk menjalani hari ini..

Terutama hari ini, hari senin, hari puncak stress dalam minggu..
Customer weekly report, meeting dengan customer, email2 dengan tittle Important dari orang account, telvon krang kring dari vendor, dan TENTU SAJA manager saya yg (meskipun ganteng tapi) demandingnya minta ampppuuuuuuun dj!

Arrrghhhhh...

Tak ada yg lebih menenangkan hati selain saat henvon saya bergetar tanda ada yg menelvon (henvon saya selalu saya setting vibrate only saat dikantor).. telvon dari dia, sekedar bertanya "udah makan siang?", atau "lagi sibuk sayang?", atau "nanti pulang kantor ketemuan dimana?"..

Ahhh, dia selalu menjadi pelangi sehabis badai, menjadi ice lemon tea sehabis maem nasi goreng pedes, menjadi seseorang yg selalu mampu membuat saya tersenyum, tertawa, dan mensyukuri setiap hari yg kami jalani berdua..

Sudah 16 bulan (lebih sekian hari) saya menjadi istrinya, dan tak akan pernah saya jemu menyelipkan kalimat "terimakasih Tuhan, Kau jodohkan saya dengannya" dalam stiap doa saya :)

Wednesday, January 7, 2009

Ketika Detik, Menit, dan Waktu Berlalu


Detik demi detik berlalu, ku lihat cintamu didalamnya,
Di setiap usapan lembut di bahu yang menenangkanku,
Di setiap hangat pelukmu yang hapuskan galauku..

Menit demi menit terlewati, tetap hanya cintamu yang selalu ku jaga,
Di setiap langkah kecilku yg berlari kedekapmu,
Di setiap kecupan bibirku di pipimu..
Tak akan ku jemu bergelayut manja di pundakmu,
Tak akan pernah ku ragu membiarkan jiwaku mendamba dirimu selalu.

Hari demi hari berganti, masih tetap ku setia padamu,
Setiaku untuk tetap mencintaimu,
Setiaku untuk selalu disisimu,
Setiaku untuk menjalani waktu ku berbagi dengan mu,
Setiaku untuk setiamu..

Kasihku,..
Kekuatanku,..
Cinta dalam hidupku,…
Percayalah, di setiap waktu yg kita jalani bersama tak ada kata lain
Selain syukurku, karena memilikimu..

I Gede Putra Kusuma Negara, Aku Mencintaimu..