Pages

Tuesday, February 23, 2010

Hey Kamu,..


Hey kamu, pria berkaca mata yg selalu temani hariku.
Masih ingatkah kamu bagaimana masa-masa perkenalan kita dulu? Jarak Singapore – Surabaya seperti tak terasa ya?!
Terimakasih untuk semua waktu, perhatian, dan ratusan (atau ribuan??) dollar yang kau habiskan untuk menelepon ku berkali-kali dalam sehari setiap hari.
I Love U.

Hey kamu, pria chubby yang telah kudaulat menjadi raja dalam hatiku.

Tau kah kamu, denganmu semua hal menjadi mungkin untuk kulakukan.
Memasak, membersihkan rumah, dan menyetrika baju, semuanya menjadi mungkin dan dengan senang hati kulakukan.
Terimakasih untuk selalu lahap menghabiskan masakanku, untuk selalu membantu men-vacuums rumah kita, dan membiarkanku tertidur lelap sedangkan kau menjemur baju.
I Love U.

Hey kamu, manusia pertama yang ku beri kabar saat aku dapat promosi dikantor.

Tau kah kamu, pekerjaan kantorku yang sebenarnya tidak mengasyikan, jadi menyenangkan karena dukunganmu.
Terimakasih untuk mendengarkan ceritaku sepulang kantor, terimakasih untuk senyuman banggamu dan kecupan di pipi saat aku selesai bercerita..
Terimakasih untuk berkata, “ I am so proud of you”, terimakasih untuk selalu bilang jika aku hebat.
Ah sebenarnya kau yang hebat and you're there pushing me to the top.
I Love U.

Hey kamu, orang kesayanganku yang sangat kusayang,
Tau kah kamu saat ini, aku rindu kamu.
Tak sabar rasanya menunggu jam pulang kantor, untuk bertemu, memeluk, berbagi cerita, menghangatkan masakan untukmu.
Tak sabar untuk segera bersamamu! Ya bersamamu sayangku.
Terimakasih ya, untuk selalu memanggilku “cantik”, bahkan disaat rambutku bau ayam panggang dan tanganku bau bawang.
Terimakasih untuk tak lupa memijitku dengan minyak kayu putih, meskipun setelah itu kau akan berkata, “huuh bau minyak kayu putih”, tapi tetap saja kau erat memelukku.
I Love U.

Hey kamu, suamiku, calon ayah dari anak-anakku,
Tau kah kamu, berapa banyak orang yang mengira aku (mau) menikah denganmu karena ke-success-an mu?
Mereka salah besar sayang, ingatkah kamu lyrics lagu ini:
"Tomorrow morning if you wake up, And the future is unclear, I will be here" ..
Ya sayangku, bagaimanapun itu, aku akan ada, disampingmu, temanimu.
Asal bersama mu aku percaya, the best is yet to come.
I Love U.

Hey kamu, ya kamu, belahan jiwaku.
50 tahun sejak hari ini dan tulisan ini.
Aku yakin kita masih bersama.
Kebersamaan yang mungkin berbeda, kebersamaan dengan rambut kita yang sudah memutih.
Saat itu aku tak yakin apakah aku masih bisa memasak oseng-oseng jamur kesukaanmu.
Saat itu aku juga tak yakin kau masih sanggup membawa semua barang belanjaanku.
Tapi saat itu, aku yakin, perasaan kita akan tetap sama.
Saling mencinta.
I wanna grow old with you.
I Love U.

I Love U my darling husband, I always did, always do, and always will.

Tuesday, February 16, 2010

Jealousy



I was dreaming of the past.
And my heart was beating fast,
I began to lose control,
I began to lose control,

I didn't mean to hurt you,
I'm sorry that I made you cry,
I didn't want to hurt you,
I'm just a jealous guy,

I was feeling insecure,
You might not love me any more,
I was shivering inside,
I was shivering inside,

I was trying to catch your eyes,
Thought that you were trying to hide,
I was swallowing my pain,
I was swallowing my pain.
(Jealous Guy – John Lennon)


Suami saya, sejak kami masih berpacaran dulu (Singapore – Surabaya), sudah bercerita tentang wanita-wanita yg (pernah) singgah dalam hidupnya.

Dan yak! Saya cemburu sodara-sodara.
Tanpa alasan yang jelas.
Saya yang sampai saat ini masih sering mendapatkan ajakan lunch oleh teman-teman (pria) saya,
Saya yang jelas-jelas tau kalau wanita-wanita itu tidak selevel (cuiihh - hahaha) dengan saya,
Saya cemburu - Setengah hidup setengah mati!
Saya tak suka, membayangkan dia bersama wanita-wanita itu!
Sungguh saya tak suka.

Perasaan bergejolak yang sangat tidak menyenangkan, saat (secara tidak sengaja) saya mendengar/membaca sesuatu hal yang bersangkutan dengan mantan pacar suami saya.

Sedangkan saya tau, suami saya yang baik hati itu, dia, ya dia tersakiti saat melihat saya cemburu.
Dia sering (sangat sering) memohon pada saya untuk melupakan semuanya, dan meyakini kalau dia hanyalah milik saya.

Bukannya tidak percaya, hanya tetap saja, semua bayangan tentang masa lalunya, tetap setia menyinggahi otak saya.

Ahhh, mungkin memang benar yang dibilang orang;
It is not love that is blind, but jealousy.

Saturday, January 2, 2010

Di Doa Ibuku Namaku Disebut


Di waktu ku kecil, gembira dan senang
Tiada duka kukenal, tak kunjung mengerang
Disore hari nan sepi....ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut

Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku kudengar, ada namaku disebut
Sering ini kukenang, di masa yang berat
Di kala hidup mendesak dan nyaris kutersesat
Melintas gambar ibuku, sewaktu bertelut
Kembali sayup kudengar, ....namaku disebut

Di sore hari nan sepi... ibuku bertelut
Sujud berdoa ku dengar namaku disebut
Di doa ibuku, namaku disebut
Di doa ibuku dengar ada namaku disebut....
Ada namaku di sebut
(Nikita - Di Doa Ibuku Namaku Disebut)

Tulisan berikut saya dedikasikan untuk mama saya;
A.A Ngurah Berathi Rimawa

Ma,
Terimakasih telah melahirkan kami ber-4,
Terimakasih telah memilih kami untuk merasakan kasih sayang yg sangat tulus dari mama,

Ma,
Terimakasih untuk semua pengorbanan yang saya yakin mama tidak pernah merasa berkorban,
Terimakasih untuk setiap usapan pundak, setiap pelukan sayang, dan setiap detik dalam hidup mama yg mama dedikasikan untuk kami semua.

Ma,
Terimakasih untuk selalu mengangkat telvon saya dengan semangat,
Terimakasih untuk semua nasehat-nasehat yg jauh dari kesan menggurui,
Terimakasih untuk resep-resep masakan yg makyuus (ternyata memasak itu tidak mudah ya, saya semakin meng-idolakan kepandaian memasak mama).

Ma,
Terimakasih untuk bertanya "Kapan pulang ke Bali?",
Dan meskipun saya akan menjawab "Entar ya ma, skarang lagi sibuk banget di kantor",
Terimakasih untuk membalas kalimat saya dengan "Ohh, gitu, ya udah, tapi jangan terlalu ngoyo bekerja"
Terimakasih untuk tak pernah lupa berkata "Jaga kesehatan yaaa"

Ma,
Terimakasih untuk selalu menanyakan kabar suami saya, menanyakan bagaimana study-nya, dan ikutan gelisah saat tau kalau suami saya sedang tidak enak badan.
Terimakasih untuk selalu mengingatkan yang terpenting dalam suatu pernikahan adalah kepercayaan, penerimaaan, dan kebersamaan dalam suka duka dan bukanlah jabatan, tittle, atau materi.

Ma,
Terimakasih untuk tidak pernah mempermasalahkan keputusan saya yg menunda mempunyai momongan,
Terimakasih untuk berkata "Iyaa, asalkan itu yang kalian pikir yang terbaik untuk kalian berdua".

Ma,

Terimakasih untuk selalu percaya kalau saya anak yang hebat.
Terimakasih untuk selalu bercerita dengan bangga tentang saya (yes, I promised you I am gonna make you proud mom)

Ma,
Terimakasih untuk semua cinta yg tidak akan mungkin pernah terbalaskan,
Terimakasih untuk semua support,

Ma,
Terimakasih untuk semua doa yg tak henti mama panjatkan untuk kami.

Terimakasih mama,
I love you, I adore you, I want to be like you.

Sunday, June 14, 2009

Seberuntung itukah saya??


Kali ini saya ingin bercerita tentang saya..

Yup, tentang seorang Dian :)

Banyak yang bilang saya orang yang terlahir dengan "lucky charm" - begitu baiknya Tuhan karena memberikan banyak kemudahan dalam hidup saya..

Saya terlahir dari orang tua yg (lumayan) berkecukupan.

Ayah saya adalah seorang pegawai Bank, pekerjaan beliau membuat kami berpindah2 kota sesuai dengan penempatan beliau di cabang tertentu.
Ayah - saya memanggilnya papa, bukanlah sosok papa yg "sok" tegas, papa sangat demokratis, pekerja keras, dan benar-benar bisa di ajak bicara dari hati ke hati :)

Mama saya adalah mama yang hebat (Love u Mom), mama serba bisa; sabar, jago masak, pandai bernyanyi, jadi tempat curhat sepupu2 saya, dan tentunya jadi sahabat bagi kami anak-anaknya..

Tidak hanya itu, saya juga mempunyai tiga orang kakak lelaki yang luaaaaaaaaaar biasa..
Kami sering bernyanyi sambil mendengar mereka bermain gitar, di ajarkan nyetir mobil, nonton di mall, karaoke bareng, curhat tentang pacar dan tentu saja urusan antar jemput yang wajib mereka lakukan hehehe..

Urusan percintaan, disini juga keberuntungan saya (katanya) berbicara.
Suami saya adalah seorang mantu idaman (kata papa mama), adik ipar yang keren (kata kakak-kakak saya), orang yang penyayang (kata sepupu-sepupu saya..).
Yak (biarin deh dia GR pas baca ini), saya memang beruntung memilikinya..
Dia sosok suami yang "ngemong" , sabar, dan devoted husband banget.

Untuk urusan sekolah, saya biasa-biasa saja..
Saya bukanlah salah satu manusia dengan tittle cumlaude..
Tapi lagi-lagi keberuntungan berpihak pada saya..
Sudah lebih dari setahun saya bekerja di Oil Company asal Amerika.
Saya yang lulusan akuntansi universitas swasta di Surabaya ini sekarang mulai menikmati hari - hari untuk berkutat dengan motor speed and torque..

Seberuntung itukah saya??

Hmm, tunggu dulu..
Jawabannya bisa iya dan bisa tidak...
Iya karena memang semua hal di atas itu nyata terjadi pada saya - I thank God for that.

Dan bisa juga tidak..
Ada juga hal-hal menyebalkan terjadi dalam hidup saya..

Saat saya masih SD, saya harus meninggalkan teman-teman kecil saya karena papa pindah tugas ke kota lain..
Sedih, sebel tapi yang bisa saya lakukan ya cuma diam..

Sebelum bertemu suami saya, saya juga pernah mengalami pahitnya cinta.
Benci, marah, benar-benar tak ada yang bersisa.

Dan tentu saja, masa-masa awal di Singapore..
Membiasakan diri menonton TV dalam bahasa Enggress bahkan nyalon mesti ngomong Enggress, dan ya ya ya tentu saja minggu-minggu pertama di kantor yang membuat saya merasa seperti alien di tengah peradaban manusia..

Tapi..

Heiii, jangan lupa kalau semua kejadian tidak enak itu bisa saya hadapi, lewati, dan saya ganti dengan hari-hari indah..

Dan jika akan ada lagi hari-hari tidak menyenangkan di depan nanti, tenang saja saya sudah terlatih untuk tetap semangat, tersenyum, bersyukur, dan berusaha sebaik-sebaiknya..

Tidak ada orang yang terlahir beruntung, bagi saya semua sama saja..
Yang membedakan adalah, bagaimana mereka menyelesaikan "ketidakberuntungan" mereka..

Tidak ada yang sempurna - ya saya percaya itu, tapi baiknya mari kita mencoba mencintai ketidaksempurnaan itu dan berusaha menjadi yang terbaik didalamnya..

Satu quotes yang saya suka:
Life isn't about waiting for the storm to pass, it's about learning how to dance in the rain..

Asalkan jangan hujan-hujanan beneran yaaa :)

Wednesday, May 27, 2009

All I Can Say..


Baru saja saya mendengarkan lagunya The Pogue yang "I Love You till the end"
Lagu ini pertama kali saya dengarkan saat kami menonton film p.s I Love You.

Film yang menyentuh banget; bercerita tentang bagaimana seorang istri yang harus survive saat ditinggalkan suaminya yang meninggal dunia - ya ya ya meninggal dunia saudara-saudara!
Memang sih cuma film, tapi membayangkan hal itu terjadi pada saya, duh amit-amit (sambil ketuk-ketuk meja..)

Film ini mengajarkan beberapa hal ke saya, termasuk untuk selalu menikmati setiap saat yang saya lalui berdua dengan dia.
Tidak semua bisa dikatakan indah memang, tapi asal bersamanya, itu saja sudah cukup untuk saya..
Saya mensyukuri semuanya, pernikahan kami, perjalanan kami..

Perjalanan yang meskipun kadang terjal tapi masih bisa kami lewati sambil saling menggenggam tangan agar salah satu tidak terjatuh..
Perjalanan yang kadang juga menjumpai badai dan membuat kami sama-sama sakit tapi tetap berusaha sekuat tenaga untuk saling merapatkan diri dan semakin tidak mau berpisah..

Perjalanan yang memang belum terlalu panjang, tapi terisi dengan begitu banyak cerita..

Ada cerita saat saya merasa dia sangat menyebalkan..
Ada cerita saat dia merasa saya begitu keras kepala..
Ada cerita saat kami saling berkata maaf..
Saya mensyukuri semua cerita kami, kisah kami..

Ada yang pernah bertanya kepada saya, mengapa saya menikah di usia yang terbilang muda (23 tahun)..
Satu-satunya alasan adalah karena saya mencintainya..

Saya ingin segera menikmati hari-hari saya bersamanya, tumbuh di sampingnya, menghabiskan hari tua saya dengannya..
Apa yg membuat saya mencintainya (sangat)?

Waktu - Jujur saya akui, memang waktu yang membuat begitu.
Waktu yang membuat saya mengerti ada cinta yang begitu sejati..
Waktu yang membuat saya bersyukur bisa merasakan cinta yang tak pernah henti..

Saya pencet tombol reply, mendengarkan sekali lagi lagu "I Love You till the end..
Sambil curi-curi pandang ke arah suami saya yang sedang mengerjakan thesisnya..

Ahh, ingin rasanya saya menghambur kepelukannya,
Sambil berbisik "All I Can Say; I Love You till the end..."

Tuesday, February 17, 2009

Anak ku sayang :)


Akhir - akhir ini ada sekelumit (halah..) pikiran yg sering mampir di otak saya..
Mempunyai seorang anak!!!
Di usia yg hampir 25 tahun, rasanya wajar saya memikirkan itu.

Membayangkan langkah-langkah kecilnya berlari ke arah saya, membayangkan suami saya menggendongnya saat kami bertamasya ke Singapore Zoo, membuat saya tersenyum-senyum sendiri..
"Seperti apa ya dia nanti?"
Pertanyaan itu sering muncul bersamaan bayangan2 tadi.

Terus kenapa belum punya?????

Yup, sepertinya hampir sluruh umat manusia di sekitar kami menanyakan hal itu..
Di usia pernikahan kami yg menjelang 2 tahun, janggal rasanya kalau kami belum punya plan untuk memilikinya seorang atau 2 atau 3 orang anak..

Yeah, saya memang tidak bisa bilang "1 tahun lagi ATAU 2 tahun lagi..."
Bukan karena saya tidak ada keinginan untuk memiliki mereka, semata-mata hanya karena saya terlalu mencintai mereka..

Tidak tega rasanya jika mereka lahir saat ini, saat dimana kedua orang tua nya masih membangun karir masing2,
Tidak tega rasanya jika mereka lahir saat ini, saat dimana kedua orang tua nya masih dalam taraf penyesuaian dan saling mendalami karakter satu sama lain,
Tidak tega rasanya jika mereka lahir saat ini, saat mama nya masih (begitu sering) mengeluh "capeeek!!", "panaaaaaaas!!", "stress banget dikantor", "ih rese banget deh dia", dll
Tidak tega rasanya jika mereka lahir saat ini, saat papanya masih terlihat struggling menyelesaikan study PhD nya..

Anak-anak ku sayang, dimanapun kalian berada sekarang..
Sabar ya nak, papa dan mama tengah mempersiapkan kehidupan yg luar biasa untuk kalian..
Love you so!!


P/s: Dearest Gung Aya, you inspire us with just the way you are..

Wednesday, February 4, 2009

Hari hari hura hura hore hore :)

Mau share sedikit tentang saya dan pekerjaan saya..

Saya bekerja di MNC asli Amerika bidang oil dan gas drilling, yg kalau dicatut dari website perusahaan adalah sebagai berikut:

"XYZ (perusahaan tempat saya bekerja) is a worldwide leader in the design, manufacture and sale of comprehensive systems and components used in oil and gas drilling and production, the provision of oilfield tubular inspection, internal tubular coatings and other services, as well as in providing supply chain integration services to the upstream oil and gas industry"

Keren? Pastinya!

Saat masih kuliah membayangkan bekerja di bidang ini saja saya tak berani, well karena notabene saya mengambil jurusan Ekonomi Akuntansi dengan harapan setelah lulus bisa bekerja di Bank Indonesia dan sesegera mungkin menggantikan tante Miranda Gultom sebagai Deputi BI – Mimpi yg indah :)

Dan begitulah, setelah lulus di bulan January 2007, saya berpikir keras “kerja dimana ya”- ding dong tak ada jawaban, dan untunglah seorang pria baik2 yg tertipu dengan tubuh molek saya *hwahahahahaha, mimpi lagi* datang melamar dan dengan mempertimbangkan si pria ini baik, sopan, berkaca mata (lho???), seiman, bertanggung jawab, pinter (PhD candidate ehem…), masa depan cerah (jujur.com), sayang sama saya, sayang sama ortu, dan (yang terpenting) benar2 bersedia menerima saya sebagaimana adanya (tubuh molek, senyum manis, rambut lurus dan indah, tak pandai memasak apalagi membersihkan rumah, sering tertawa dan nyengir sendiri, lucu-lucu menyebalkan, dan semua kelebihan dan beberapa kekurang saya).., dan di boyonglah saya ke Negeri Singa.

Sungguh tak di sangka tak di nyana, tawaran interview-pun datang..
Saat tau akan menjalani interview saya langsung googling ini perusahaan, Oh My God (tangan di pipi) ini perusahaan besar banget world wide gitchu hehe..
Dengan persiapan sebaik mungkin (dibantu sang suami yg baik hati) saya menjalani interview, eh iya lupa cerita, awalnya saya apply job ini sebagai account assistant.

Sang peng-interview yang baik hati, sebut saja Ibu Peri (hehehe), rupanya terpana dengan keluguan saya (hihihihi), dan AKHIRNYA yeiiii ini bukan mimpi, bukan basa basi, saya menjadi salah satu staff disini..
Ahhh senang, bangga, terharu, tertawa guling guling (lho?!@#?)

Singkat cerita beberapa bulan kemudian, karena kinerja kerja saya yg luar biasa (wakakakakak, boong ding), saya tak lagi menjadi account assistant, sebuah jabatan penting (boong lagi hihihi) saya pegang di bidang sales!
Sungguh sulit dipercaya, Saya - si anak bawang ini, si orang Indonesia ini, si lugu nan jelita ini (hihihi) menjalani hari-hari dibidang yg sama sekali tak pernah saya bayangkan sebelumnya!!!

Perusahaan tempat saya bekerja memiliki puluhan divisi (eh atau ratusan ya), memiliki karyawan sebanyak 400000 (saya ini salah satunya) di seluruh dunia, memiliki kantor hampir di setiap negara (di Indo juga ada 2), di Singapore ada 6.

Tentang divisi saya, kami melakukan servicing terhadang stators.
Apa itu stator?
Stator adalah salah satu bagian dari alat pengeboran lepas pantai.

Kalau di kutip dari Wikipedia “The stator is the stationary part of an
electric generator or electric motor. The non-stationary part on an electric motor is the rotor
Nah si stator ini di service ke kami, customer saya datang dari hampir semua belahan asia pacific, apakah anda bisa membayangkan pekerjaan saya..

Nope, tak seperti yg dibayangkan sodara2, jam kerja 8 – 5 saya jalani hari Senin – Jumat,
Dengan mata mengantuk karena bangun jam 7 (hihihihi), bahkan saya tak sempat membuat sarapan, untung sang suami yg baik hati (entah dengan terpaksa atau tidak) bersedia membuatkan sarapan saya setiap hari (makasih ya sayang, I Love You mwaaah mwaaaah *mata kedip-kedip genit*).
Sesampainya di kantor, ribuan email (mendramatisir, hihihi) dari customer menunggu, dan dimulailah hari-hari kerja saya dengan segelas milo hangat dan roti tawar selai coklat bikinin kekasih hati, membaca detik.com, up date facebook – lho kerjanya kapan????
Beberapa meeting juga kadang saya jalani, berikut gambaran meeting dengan customer di bulan2 awal saya bekerja disini:

Bos 1 (Bos saya Also Known As si Ganteng-berbibir tipis-berdagu indah-beristri cantik): “So whenever our side received bla bla bla bla bla bla ….”

Bos 2 (Customer): “ok, We will aweaopjashroawihrpqhofwho” - terdengar seperti orang kumur- kumur

Saya: (berpikir keras dan berusaha tetap terlihat cool sambil membatin *ini bos 2 ngomong apa ya, giling accent nya British abis – ahhhh ingin rasanya berlari keluar ruangan sambil teriak “Papaaaaaaaa, pekerjakan saja akyu di kantormu…”)

Bos 1: “ok, I agree with you bla bla bla bla, how do you think Dian?

Saya: tersentak, nama saya disebut “oh.. ok, but I think I prefer bla bla bla bla bla”

Bos 1, Bos 2: “ok, let’s do that…”

Saya: mesam mesem + menganggukan kepala tanda senang saran saya diterima dan LEGA- meeting yg membuat melting ini berakhir juga..

Begitulah sodara2, dengan modal bahasa Enggres yg pas-pasan, dan pengetahuan di bidang ini yg benar-benar minim, saya berhasil melewati meeting demi meeting, email demi email, telvon demi telvon, makan siang demi makan siang, dan gajian demi gajian dengan cukup baik..

Pekerjaan saya memang tak seindah yg dibayangkan, dan saya tau saya masih harus bekerja keras untuk ini, saat saya tak percaya diri (alias minder karena hanya lulusan Indonesia), saat saya tak merasa mampu, suami saya yg baik hati itu bilang ke saya kalau si Bos saja mempercayakan pekerjaan ini kepada saya, kenapa saya tak percaya dengan diri saya sendiri?
Yup betul, smua pekerjaan juga pasti ada sisi positive dan negativenya, kekurangan dan kelebihannya, mengapa tak menjalani sebaik-baiknya saja?

Berusaha dan bersyukur, rasanya itu jawabannya!!!